Monday, April 29, 2013

CAT BERKWALITAS




Cat yang berkualitas minimal mempunyai empat fungsi yang harus dimiliki, di antaranya daya sebar, daya tutup, mudah dalam pengaplikasiannya, dan aman bagi kesehatan lingkungan.
Berikut ciri-ciri cat berkwalitas :

  • Cat yang berkualitas akan memiliki nilai tambah seperti daya tahan terhadap cuaca, anti jamur, tidak memudar (anti fading), mudah dibersihkan (washable), dapat menutup retak rambut (cover hair line crack) serta tambahan pengharum (fragnance).
  • Colek cat dengan ujung jari. Gesek cairan cat dengan jari lain. Cat berkualitas terasa lembut dan tidak lengket.
  • Cat yang memiliki kualitas bagus hasilnya lebih halus dan permukaan tembok akan rata, sehingga mudah untuk diaplikasikan dan hasilnya sesuai dengan keinginan.
  • Cat yang ramah lingkungan tidak mengandung tambahan timah hitam atau timbal (Pb) dan logam merkuri (Hg) yang berbahaya. Juga tidak berbau menusuk hidung.
  • Hindari cat yang mengandung ppAC (sejenis lem putih). Bahan lem mudah larut bila terkena air. Cat jadi gampang terkikis atau terkelupas. Jika diusap akan meninggalkan bekas di tangan.
  • Perhatikan cat yang Anda beli apakah mengandung pure elastomeryc polymer acrylic atau tidak. Jika ya, artinya cat tanpa bahan ini biasanya berkualitas kurang dan bisa jadi cat yang paling rendah.
  • Cat tidak membekas di tangan jika kering dan tidak mudah terkelupas atau terangkat jika permukaan cat diketok atau dilap.
  • Cat tembok yang berkualitas memilik warna yang tidak mudah pudar dan lebih tahan lama.
  • Cat berkualitas tidak mudah rusak minimal 5 tahun pengaplikasian pada dinding.
  • Cat yang berkualitas adalah cat yang mudah dibersihkan apabila tembok terkena noda.
  • Cat juga harus aman. Bila memilih cat, misalnya, kita harus memilih yang mengandung bahan-bahan yang tidak beracun dan tentunya aman bagi kesehatan manusia. Selain itu, cat harus ramah lingkungan, tidak berbau, dan mengandung kadar VOC (Volatile Organic Compound) yang rendah. VOC adalah organik yang mudah menguap pada saat cat diaplikasikan dan bersifat mengganggu pernafasan bila terhirup.

Sunday, April 28, 2013

TIPS MEMILIH WARNA



Warna tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui warna kita mampu mengekspresikan diri bahkan bisa menciptakan karakter. Warna juga dipercaya bisa menstimulasi penyembuhan, dan spiritual. Hal tersebut bisa dillaukan dengan teknik terapi kesehatan dengan warna. Warna-warna yang diterapkan dalam ruangan pada sebuah rumah mampu memberikan efek psikologi bagi penghuninya. Oleh karena itu jika ingin mewarnai rumah sebaiknya mempertimbangkan dengan matang warna apa yang tepat untuk diaplikasi di ruangan sehingga sesuai dengan harapan. Karena pemilihan warna begitu penting maka pada tips kali ini akan dibahas bagaimana menata warna ruangan yang tepat berdasarkan psikologi warna.  Kepekaan intuisi dalam memadukan keselarasan warna mulai dari pagar, genteng atap, tampak luar bangunan, dinding ruang dalam, pintu, jendela, plafon, perabotan (meja, kursi, lemari, dipan, sampai vas bunga atau ornamen patung), dan jenis tanaman (bunga, daun, dan buah) akan menyatukan atmosfer rumah secara keseluruhan. Perpaduan warna senada pada seluruh bagian dan isi rumah akan menghasilkan keharmonisan, baik untuk peningkatan kualitas kesehatan rumah maupun penghuninya. Pemilihan warna harus disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi masing-masing ruang. (architectaria.com, 2011).

Pemilihan warna yang salah dalam suatu ruangan, dapat menimbulkan perasaan yang kurang nyaman atau bahkan membawa dampak buruk bagi kondisi psikologis seseorang. Pemilihan warna dalam ruang ini akan berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan mereka, seperti kebutuhan akan rasa aman, nyaman, dan hangat. Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 atau disebut juga sebagai atribut warna meliputi :
  1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
  2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
  3. Saturation / Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang saling berhubungan cerah atau suramnya warna.
Secara ilmiah pengertian warna merupakan gelombang elektromagnetik yang menuju ke mata kita dan kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai warna. Dengan kata lain arti warna adalah sesuatu yang berhubungan dengan emosi manusia, dan dapat menimbulkan pengaruh psikologis. Walaupun tidak diketahui secara pasti mengapa orang-orang menyukai warna dan kombinasi warna tertentu. Tetapi yang jelas, setiap warna mempunyai karakter atau sifat yang berbeda beda. Setiap warna memiliki potensi untuk memberikan efek yang positif maupun negatif pada seseorang. Penggunaan warna berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang yang akan mempengaruhi tubuh, pikiran, emosi dan keseimbangan dari ketiganya dalam diri manusia.

Berikut ini adalah contoh pengaruh warna terhadap manusia :
  1. Warna merah merupakan warna yang cukup dominan. Penggunaan warna ini pada suatu objek seringkali membuat objek tersebut tampak lebih dekat dari sebenarnya, sehingga mata kita cenderung lebih cepat mengidentifikasi warna merah dalam suatu ruangan. Warna merah memiliki pengaruh besar pada mood pria, karena warna ini menciptakan reaksi yang emosional. Selain itu, warna merah juga banyak mempengaruhi manusia secara fisik seperti meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, dan laju pernafasan, warna ini juga sering dimanfaatkan sebagai terapi pengobatan. Walaupun dapat memberikan suasana hangat dalam ruangan, warna ini cenderung meningkatkan agresivitas seseorang.
  2. Warna biru memberikan efek yang cenderung menenangkan. Warna ini seringkali diasosiasikan dengan warna langit atau lautan, juga dianggap sebagai warna favorit dunia karena efeknya yang membawa perasaan damai. Warna biru pekat akan menstimulasi pemikiran yang jernih, sementara warna biru muda akan membantu meningkatkan konsentrasi. Warna ini sangat baik dipakai untuk mengatasi sakit tenggorokan, asma ataupun migren. Di sisi lain, penggunaan warna biru pada ruangan secara berlebihan dapat menimbulkan kesan dingin dan tidak bersahabat, bahkan terkadang membawa perasaan sedih atau depresi.
  3. Warna kuning menimbulkan perasaan ceria dan optimis. Warna ini banyak mempengaruhi manusia secara mental dan emosional. Penggunaan warna ini secara tepat dalam ruangan, menimbulkan kesan bersahabat dan seringkali membantu meningkatkan kreativitas seseorang. Warna ini sangat cocok dipakai untuk menetralkan rasa gugup, karena cenderung meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Walaupun demikian, penggunaan warna kuning hendaknya dikombinasikan dengan warna – warna lain, karena memiliki kecenderungan untuk memancing terjadinya perdebatan.
  4. Warna hijau membawa kesan yang menyegarkan karena diasosiasikan dengan alam dan tumbuhan. Warna hijau memberikan rasa aman, juga keseimbangan dan harmoni. Warna ini cocok digunakan dalam ruangan peristirahatan karena membawa perasaan damai dan ketenangan. selain itu, warna ini juga dipercaya dapat memperbaiki pengelihatan seseorang. Namun demikian, terlalu banyak warna hijau dalam suatu ruangan dapat menimbulkan kebosanan.
  5. Warna oranye merupakan hasil pencampuran warna merah dan kuning. Dengan adanya kombinasi dua warna tersebut, warna oranye mempengaruhi manusia baik secara fisik maupun mental. Warna oranye dapat meningkatkan nafsu makan dan memberikan kenyamanan, sehingga sangat cocok digunakan di ruang makan atau ruang keluarga. Selain itu, warna ini membawa perasaan hangat dan menyenangkan. Dalam terapi pengobatan, warna oranye dipakai untuk mengatasi kelainan ginjal atau paru – paru, juga mengobati bronkhitis. Dampak negatif dari penggunaan warna ini secara berlebihan adalah menyebabkan berkurangnya tingkat keseriusan dalam belajar atau bekerja.
  6. Warna hitam memberikan kesan yang glamor dan elegan. Selain itu, warna ini juga menciptakan suasana yang cenderung serius dalam suatu ruangan. Warna hitam juga sering dipakai untuk menekan nafsu makan yang berlebihan, misalnya dengan cara melapisi meja dengan taplak berwarna hitam. Dalam konotasi yang negatif, warna ini menimbulkan ketakutan akan gelap atau perasaan tidak aman.
  7. Warna putih melambangkan kemurnian atau kesucian. Warna ini banyak digunakan di rumah sakit karena memberikan kesan higienis dan steril. Secara visual, penggunaan warna ini pada suatu ruangan akan memberikan ilusi bahwa ruangan tersebut lebih tinggi daripada yang sebenarnya. Penggunaan warna putih secara berlebihan cenderung memberi kesan tidak ramah.
  8. Warna merah muda merupakan hasil pencampuran warna merah dan putih. Warna ini melambangkan sifat yang feminim dan memberikan kesan santai. Namun faktanya, warna ini juga seringkali membuat orang merasa lesu dan kurang bersemangat. Dampak negatif dari warna merah muda ini sering dimanfaatkan dalam bidang olahraga. Dalam sebuah pertandingan, seringkali warna merah muda digunakan dalam ruang ganti lawan dengan tujuan untuk menekan semangat dari tim lawan.
  9. Warna cokelat terdiri dari warna merah, kuning dan hitam. Sama seperti warna hitam, cokelat juga menimbulkan kesan yang serius, tetapi warna cokelat lebih menonjolkan sisi lembut dan kehangatan.
  10. Warna ungu memberikan kesan mewah dan seringkali dikaitkan dengan kerohanian. Warna ini juga dapat mendorong manusia untuk melakukan perenungan atau meditasi. Selain itu, warna ini juga sering digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang dan mengurangi rasa putus asa.(Color in Interior Design, John Pile,1997 : 1)


Pilihlah warna-warna yang tepat untuk menampilkan suasana yang tenang dan nyaman dalam sebuah ruangan sehingga seluruh anggota keluarga betah berada di dalamnya. 

Ada 3 pembagian kelas dalam warna yaitu :

  1. Warna Primer, yaitu merah, biru dan kuning.
  2. Warna sekunder, kalau Anda membuat kombinasi di antara ketiga warna tersebut, akan mendapatkan warna: orange, hijau dan ungu.
  3. Warna Tersier, kemudian, kalau membuat kombinasi antara ketiga warna sekunder mendapakat enam warna. Total warna “dasar” menjadi 12, dan biasanya disebut sebagai roda 12 warna. Dengan warna hitam dan putih di tengahnya sebagai warna yang netral. Penambahan warna netral ke 12 warna lain akan membuat intensitas warna menjadi berbeda. Tambahan warna putih membuat warna menjadi lebih muda. Tambahan warna hitam akan membuat warna menjadi lebih gelap, dan warna abu-abu akan meningkatkan tone warna. (AnnaHape.com, 2 Mei 2008).
MEMILIH WARNA UNTUK INTERIOR RUMAH

Pada saat menatap atau masuk ke dalam sebuah rumah, hal pertama yang menarik perhatian anda adalah warna (color scheme) rumah tersebut, baru kemudian desain arsitektur bangunannya. Sebagai salah satu komponen utama dari sebuah rumah, warna juga membawa pengaruh baik buruknya kualitas rumah,  desain rumah dan tampak bangunan yang menarik, dan karakter ruang yang berpengaruh terhadap kejiwaan penghuni rumah.

Penelitian membuktikan bahwa pemilihan warna rumah yang tepat mampu memberikan beberapa efek yang baik bagi penghuninya, menstimulasi, menenangkan, menenteramkan, menjernihkan, menyembuhkan kesehatan fisik dan kesehatan mental penghuni. Dengan pemilihan warna yang tepat, maka rumah dan juga ruangan-ruangan yang ada didalamnya dapat di setting untuk menjadi tempat dengan aneka macam fungsi.



PEMBAGIAN AREA PADA INTERIOR RUMAH TINGGAL

AREA KAMAR TIDUR

Banyak orang menginginkan kamar tidur mereka menjadi tempat yang paling nyaman, atau tempat dimana semua anggota keluarga dapat tidur bersama-sama. Mewarnai kamar tidur anak dengan warna yang dominan pucat atau pastel akan membuat anak selalu ingin keluar dari kamarnya saat diluar jam istirahat/tidur, jika anak dipaksa untuk selalu berada didalam kamar, maka akan mengganggu pertumbuhan atau pengembangan ide-ide kreatif sang anak. Bermain bagi anak adalah bagian dari proses perkembangan, bermain akan mengasah kecerdasan dan kreatifitasnya.


AREA KAMAR MANDI

Seperti halnya kamar tidur, kamar mandi juga harusnya menjadi tempat yang penuh dengan ketenangan. Bagi kebanyakan orang-orang yang sibuk, menghabiskan waktu sambil berendam dikamar mandi adalah hal yang paling tenang dan menyenangkan. Mewarnai dinding kamar mandi dengan warna-warna yang menyenangkan sebaiknya juga harus diusahakan. Ketika memilih warna untuk dinding kamar mandi, maka pikirkan tentang orang-orang yang akan menggunakan kamar mandi tersebut.


LIVING AREA

Aturan pertama ketika akan memilih warna untuk living area (yang termasuk dalam living area adalah: ruang tamu, ruang santai, ruang keluarga dan ruang makan). Seluruh anggota keluarga harus merasa nyaman dengan warna yang dipilih. Setiap warna akan memberikan semacam getaran, seperti halnya juga lampu yang mampu memberikan efek dramatis, efek dari warna juga demikian. Pikirkan secara hati-hati tentang pemanfatan ruang pada wilayah living area (ruang tamu, ruang santai, ruang keluarga, dan ruang makan) tersebut, yang saya maksud adalah untuk kegiatan apa saja ruangan-ruangan tersebut gunakan. Ruang santai yang dicat dengan warna kuning terang dan aksesoris pelengkap ruangannya berwarna merah terang atau purple (ungu) mungkin akan menjadikan pemandangan diruangan tersebut terlihat sangat buruk dan terkesan tidak nyambung. Akhirnya saya hanya ingin mengatakan, diruang manapun, apakah dikamar tidur, dikamar mandi, atau di area living rumah (ruang tamu, ruang santai dan ruang keluarga), jika pemilihan warna cat dilakukan dengan benar dan hati-hati akan membuat perbedaan yang sangat mencolok.  Dengan memilih warna cat yang sesuai dengan kaidah-kaidah untuk dinding diruangan, seluruh anggota keluarga akan menemukan suatu kondisi dimana akan tidur lebih baik, sangat menikmati mandi atau berendam dikamar mandi, frekwensi kegiatan makan malam bersama menjadi lebih sering terjadi, dan hubungan anggota keluarga yang makin harmonis diantara satu sama lain. (http://www.arsindo.com/artikel)


INTERIOR RUANG TAMU

Cat tembok yang disapukan pada ruang tamu tentu mampu memunculkan kesan keindahan yang membuat ruang tamu tampak menarik. Bisa berkreasi menggunakan berbagai warna yang diperoleh dari cat tembok untuk menghias ruang tamu di rumah. Selain itu, warna-warna tersebut juga dapat memberikan pengaruh terhadap psikologi seseorang.


MEWARNAI INTERIOR RUMAH

Spesifikasi fungsi ruang mensyaratkan pemilihan warna yang selaras dengan jenis kegiatan utama dan pemakai ruang tersebut. Pemilihan warna berkisar pada warna primer merah, kuning, dan biru, warna sekunder oranye, hijau, dan ungu, serta warna tersier yang merupakan percampuran warna-warna primer dan sekunder. Pilihlah warna dengan tepat. Perpaduan warna-warni yang sesuai kepribadian penghuni mampu meningkatkan energi, kenyamanan dan kualitas kesehatan mental dan fisik penghuni. Bagi warga metropolitan yang setiap hari terjebak kemacetan dan tekanan pekerjaan, kehadiran warna begitu dibutuhkan untuk menghilangkan stres, depresi, frustrasi dan ketegangan di rumah. (architectaria.com, 28 februari 2010)

Sebelum menentukan warna pilihan, pertimbangkanlah dahulu siapa yang akan menggunakan ruang tersebut, berapa usia rata-rata pengguna, dan bagaimana karakter umum masing- masing anggota keluarga. Sebagai contoh, kamar tidur utama orangtua, ruang kerja atau ruang tamu dapat memilih warna lembut dan dingin, sedangkan kamar tidur anak-anak, ruang bermain dan belajar, memanfaatkan warna terang yang cerah ceria. Untuk ruang keluarga, ruang makan, dan dapur merupakan perpaduan warna lembut dan hangat atau dapat pula memakai warna-warna bumi yang lebih netral. Efek sumber cahaya alami maupun buatan terhadap tampilan warna perlu dipertimbangkan. Sinar matahari (warna-warni) atau sinar lampu (putih/kuning) terhadap warna akan menghasilkan efek warna yang berbeda-beda, pada pagi, siang, sore atau malam hari. Warna yang dipilih pun akan mempengaruhi kesan besar kecil ruang dan tampak bangunan. Warna gelap akan membuat ruang terasa terbatas cenderung menyempit. Sebaliknya warna terang memberi kesan lebih luas. (Arch. Aria ,28 February 2010)


WARNA YANG BIASA DI GUNAKAN DALAM INTERIOR RUMAH TINGGAL


MERAH :

Warna merah, warna ini termasuk ke dalam golongan warna panas, menggambarkan energi penuh, aktif, hangat dan penuh semangat. Warna merah yang digunakan sebagai warna dasar memberi kesan sebuah ruang dengan vitalitas tinggi. Untuk keseimbangan digunakan perabot warna putih atau krem. Warna ini melambangkan keadaan psikologi yang mengurangkan tenaga, mendorong makin cepatnya denyut nadi, menaikkan tekanan darah dan mempercepat pernafasan. Warna ini mempunyai pengaruh produktiviti, perjuangan, persaingan dan keberahian. Salah satu warna yang paling kuat yang dapat di gunakan. Hal ini dianggap warna pertama yang diakui oleh mata manusia dan warna ini:

  • Meningkatkan kewaspadaan
  • Meningkatkan vitalitas
  • Meningkatkan kekuatan
  • Merangsang percakapan

Ide untuk penggunaan merah meliputi ruang makan, dan sedikit merah sebagai aksen. Warna ini melambangkan kekuatan kemahuan atau cita-cita. Sifatnya : Agresif, Aktif, Eksentrik.  Pengaruhnya : Berkemahuan keras, penuh gairah, dominasi, jantan. Merah Muda : Warna ini melambangkan romantisme, feminim. Warna ini mempunyai sifat menuntut dalam kepasrahan, menggemaskan dan jenaka.

 Gambar 1.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan warna nuansa merah


WARNA BIRU :

Warna ini melambangkan ketenangan yang sempurna. Mempunyai kesan menenangkan pada tekanan darah, denyut nadi, dan tarikan nafas. Sementara semua menurun, mekanisme pertahanan tubuh membangun organisme. Warna biru, merupakan warna tenang. Kombinasi warna biru tua dengan warna putih akan menghadirkan nuansa laut yang tenang. Untuk ruang selain kamar mandi, dapat memadukan kombinasi warna dasar biru dengan furnitur kayu berwarna gelap agar ruang terasa anggun. Biru dianggap warna universal, merupakan kedamaian, ketenangan, stabilitas, kepercayaan, kepercayaan diri, keamanan, loyalitas, langit, air, dingin, teknologi, dan bahkan depresi. Biru dapat berpengaruh terhadap :

  • Memperlambat denyut nadi
  • Suhu yang lebih rendah tubuh
  • Mengurangi nafsu makan.

Biru adalah warna akrab universal, dan menghibur. Ini dikenal dengan mempengaruhi menenangkan dan harus digunakan dalam setiap kamar Anda ingin mempromosikan ketenangan dan kedamaian, seperti kamar tidur. (edupaint.com, 19 Juni 2011).



 Gambar 2.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan warna nuansa biru


WARNA KUNING :

Warna kuning, kuning terang dipadukan dengan warna putih memberi kesan ceria pada sebuah ruang, Untuk menghindari kesan monoton dapat ditambahkan dekoratif kecil dengan pengulangan pada sudut-sudut yang diperlukan. Ruang dengan warna kuning akan memberi kesan hangat apalagi bila ditunjang dengan pembukaan kearah taman sehingga mengoptimalkan cahaya yang masuk. Warna ini melambangkan kegembiraan. Warna ini mempunyai sifat : Leluasa dan santai, senang menunda-nunda masalah. Berubah-ubah tapi penuh harapan, mempunyai cita-cita setinggi langit dan semangatnya juga tinggi. Warna kuning yang kuat menunjukkan kehangatan, kekayaan dan kebahagiaan. Kuning dalam dosis yang tepat dapat :

  • Perasaan bahagia
  • Memberi lebih banyak energi
  • Menyebabkan orang menjadi cepat marah
  • Kuning dapat memiliki efek magis pada sebuah ruangan, tetapi dengan kekuatan warna ini, menggunakan terlalu banyak atau memiliki terlalu terang dapat menyebabkan masalah.

Kuning Terang : Warna ini melambangkan sifat spontan yang eksentrik. Sifatnya : Toleran, Investigatif, Menonjol. Pengaruhnya : Berubah-ubah sikap, berpengharapan, dermawan, tidak percaya. (edupaint.com, Minggu, 19 Juni 2011)



Gambar 3.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan nuansa warna kuning


WARNA HIIJAU :

Warna hijau, memberi kesan segar. Untuk komposisi warna dapur dapat dipadukan dengan warna putih pada finishing furnitur deco, juga stainless steel pada kitchen sink dan bidang kerja dapur memberi persepsi bersih pada ruang. Warna ini melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan dan kekerasan hati. Mempunyai kepribadian yang keras dan berkuasa. Warna ini mempunyai sifat : meningkatkan rasa bangga, perasaan lebih superior dari yang lain. Orang yang menyukai warna ini umumnya senang dipuji, senang menasihati orang lain. Hijau (SAYURAN) adalah warna yang segar untuk digunakan dalam hampir setiap ruangan, dan merupakan salah satu yang paling sering dikutip warna favorit. Ia mewakili alam, lingkungan, kesehatan, keberuntungan yang baik, pemuda dan kesuburan. Hijau mewakili:

  • Sebuah gaya penyembuhan
  • Peremajaan
  • Alam dan pertumbuhan.

Kita dapat menggunakan hijau hampir di mana saja, kapan saja untuk apa pun – dalam nuansa benar, tentu saja. (edupaint.com, Minggu, 19 Juni 2011).

 


Gambar 4.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan nuansa warna hijau


WARNA ABU-ABU :

Warna ini tidak menunjukkan arti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologi. Warna ini cenderung neutral.



Gambar 5.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan nuansa warna abu-abu


 WARNA HITAM :

Warna ini melambangkan kehidupan yang terhenti dan karenanya memberi kesan kehampaan, kematian, kegelapan, kebinasaan, kerusakkan dan kepunahan.

 Gambar 6.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan nuansa warna hitam


WARNA COKLAT  DAN KREM:

Paduan coklat / krem monokromatis dapat menghadirkan kesan netral, intim dan nyaman. Warna ini memberikan keharmonisan bagi yang tinggal didalamnya. Warna aksen yang biasanya digunakan untuk membuatnya tidak monoton antara lain merah, hitam atau biru turquise. Warna coklat merupakan bumi dan kemantapan. Tapi hal pertama yang saya pikirkan dengan coklat adalah coklat, tentu saja, yang melambangkan kelancaran dan mewah. (edupaint.com, Minggu, 19 Juni 2011).

Warna ini seringkali menunjukan ciri-ciri : suka merebut, tidak suka memberi hati, kurang toleran, pesimis terhadap kesejahteraan dan kebahagian masa depan.

Gambar 7.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan nuansa warna coklat


WARNA UNGU :

Warna ungu, lembut akan memberikan kesan relaks. Apabila dipadukan dengan warna putih akan memberi kesan ringan pada ruangan. Ruang tidur yang menggunakan warna ungu membuat suasana tidur yang nyaman. Warna ini adalah campuran warna merah dan biru yang melambangkan sifat Gempuran Keras yang dilambangkan oleh warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus pengertian yang mendalam dan peka. Sifatnya sedikit kurang teliti tetapi selalu penuh harapan. (edupaint.com, Minggu, 19 Juni 2011).

 

Gambar 8.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan nuansa warna ungu


WARNA PUTIH :

Warna putih cenderung mengartikan kemurnian, kebersihan, dan netralitas. Perhatikan bahwa kebanyakan rumah sakit memiliki dinding putih, pengantin perempuan mengenakan gaun putih dan pagar kayu putih mengelilingi sebuah rumah yang aman dan bahagia. Warna putih cenderung:

  • Menambah kejernihan mental
  • Mendorong kita untuk membersihkan hambatan
  • Membersihkan pikiran


Gambar 9.

Contoh interior rumah tinggal yang menggunakan nuansa warna putih